Aceh Utara, 8 Juli 2026 — Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh menyelenggarakan seminar bertema “Guru Peduli, Sekolah Aman: Bersama Lawan Bullying” pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa PPG Calon Guru agar tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga kesiapan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta terbebas dari berbagai bentuk perundungan di sekolah.

Seminar menghadirkan Sri Azni, S.Psi., M.Psi., Konselor Adiksi Ahli Muda, sebagai pemateri. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PPG Calon Guru memperoleh penguatan pemahaman mengenai bullying, mulai dari mengenali bentuk dan karakteristik perundungan, memahami dampaknya terhadap kondisi psikologis dan perkembangan peserta didik, hingga pentingnya deteksi serta penanganan sejak dini. Calon guru perlu memiliki kepekaan terhadap perubahan perilaku peserta didik dan dinamika interaksi di lingkungan sekolah sehingga indikasi perundungan dapat dikenali sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Melalui seminar ini, Koordinator Program Studi PPG FKIP Universitas Malikussaleh Halimatus Sakdiah, menegaskan pentingnya kesiapan calon guru sebagai garda terdepan dalam pencegahan bullying di sekolah. Guru tidak cukup hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga perlu mampu membangun relasi yang sehat dengan peserta didik, menumbuhkan budaya saling menghargai, mencegah munculnya kekerasan verbal maupun fisik, serta mengambil langkah yang tepat ketika menemukan kasus perundungan. Kompetensi tersebut penting karena guru berinteraksi langsung dengan peserta didik dan memiliki posisi strategis dalam membangun iklim kelas yang aman serta membentuk karakter peserta didik yang menghargai perbedaan.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat kesiapan mahasiswa PPG Calon Guru FKIP Universitas Malikussaleh sebelum menjalankan tugas profesional sebagai pendidik. Dengan bekal pengetahuan, kepedulian, dan keterampilan pencegahan bullying, calon guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan sekolah yang aman dan ramah bagi setiap peserta didik. Semangat “Guru Peduli, Sekolah Aman: Bersama Lawan Bullying” sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan perundungan membutuhkan keberanian untuk bertindak, kepedulian terhadap peserta didik, dan kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, serta seluruh warga sekolah.
