Mengukir Prestasi dan Mengabdi Tanpa Batas: Jejak Langkah Afrida Wati, Mahasiswa PPG Universitas Malikussaleh Malaysia

Mengukir Prestasi dan Mengabdi Tanpa Batas: Jejak Langkah Afrida Wati, Mahasiswa PPG Universitas Malikussaleh Malaysia

KUALA LUMPUR— Perjalanan menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru LPTK Universitas Malikussaleh bukan sekadar proses pengasahan kompetensi pedagogik di dalam kelas. Bagi Afrida Wati, S.Pd., seorang mahasiswa PPG yang juga aktif sebagai santri di Dayah Al-Huda Malikussaleh, kesempatan ini menjadi ruang untuk membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman, pesantren, dan akademis dapat berpadu harmonis dalam mengukir prestasi internasional sekaligus menebar kebermanfaatan nyata bagi sesama.

Pada akhir Agustus hingga awal September 2026, Afrida mengukir cerita inspiratif lewat dua rangkaian kegiatan berkesinambungan di Malaysia: menorehkan prestasi dalam konferensi kepemimpinan pemuda global dan memimpin aksi kemanusiaan bagi anak-anak Indonesia di sanggar belajar.
Bagian 1: Bersinar di Ajang Internasional Changemaker Youth Leadership Camp (CYLC) 2026

Rangkaian perjalanan dimulai ketika Afrida terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam ajang Changemaker Youth Leadership Camp (CYLC) Batch II 2026, yang berlangsung pada 25–28 Agustus 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ajang internasional ini menggembleng para peserta melalui serangkaian pelatihan soft skill, pengembangan kepemimpinan global, serta kolaborasi lintas budaya. Dalam ajang tersebut, Afrida bergabung dalam Tim 4 (SDGs Spark)—sebuah tim inklusif yang terdiri dari mahasiswa S1, mahasiswa PPG, hingga siswa SMA.

Mengangkat isu strategis seputar Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 1 (No Poverty) dan penguatan sistem Technical and Vocational Education and Training (TVET), Tim SDGs Spark merumuskan gagasan berjudul:

 "DEVELOPING GLOBAL LEADERSHIP AND YOUTH COMPETITIVENESS IN THE TVET ERA: Membangun Koordinasi Kurikulum, Industri, dan Kebijakan untuk Meningkatkan Keterserapan Lulusan Vokasi Indonesia"

Proyek ini menyoroti tantangan struktural skills mismatch serta lemahnya koordinasi antara pemerintah (penyedia kurikulum), pendidik, dan industri. Sebagai solusi interaktif, tim merancang sebuah platform koordinasi digital berbasis web bernama Changemaker. Dalam proyek ini, Afrida mengambil peran kunci sebagai perancang visual website
.

Melalui pemaparan paper dan demonstrasi prototipe yang solid, Tim SDGs Spark sukses memukau dewan juri dan berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus:

* 🏆 1st Best Group Idea

* 🏆 2nd Best Team

* 🏆 2nd Best Presentation

prestasi_internasional.jpeg

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa gagasan calon guru dari LPTK Universitas Malikussaleh mampu memberikan kontribusi pemikiran berkelas dunia bagi dunia pendidikan vokasi.

Bagian 2: Memimpin Project Humanity – Kolaborasi Bersama Dispusip Aceh Utara dalam "Saweu Aneuk Sanggar"

Bagi Afrida, panggung penghargaan di Kuala Lumpur bukanlah garis akhir. Didorong oleh rasa tanggung jawab sosial, usai konferensi usai, Afrida mengambil kepemimpinan sebagai lead Project Manager*
dalam Project Humanity. Bersama dua rekannya sesama delegasi dari Aceh Utara dan berkolaborasi resmi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Aceh Utara, mereka bergerak nyata menggelar aksi pengabdian di Sanggar Belajar (SB), Semenanjung Malaysia.

Di sanggar belajar ini, Afrida mengintegrasikan secara langsung ilmu dan pendekatan pembelajaran yang diperolehnya selama mengikuti program PPG Unimal. Mengusung program bertajuk "Saweu Aneuk Sanggar: Growth, Care, and Share (Be Kind, Be Smart, Be Brave)", mereka memberikan pendampingan belajar yang berfokus pada:

1. Growth Mindset: Menanamkan pola pikir bertumbuh agar anak-anak percaya pada potensi diri mereka.

2. Pembelajaran Sosial Emosional (PSE): Mengajarkan nilai-nilai empati, saling peduli, serta pencegahan perundungan (anti-bullying).

3. Penguatan Literasi: Mendorong budaya membaca dan bernalar secara menyenangkan melalui dukungan penguatan literasi.

Menghidupkan Prinsip Khairunnas Anfa'uhum Linnas

Setiap langkah yang ditempuh Afrida baik saat merancang strategi proyek maupun saat berhadapan langsung dengan anak-anak sanggar—berlandaskan pada satu prinsip pedoman hidup yang bersumber dari hadis Rasulullah SAW:

> *خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ*
> "Khairunnas anfa'uhum linnas" — *Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.*

"Saya meyakini bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Meskipun itu hanya satu perubahan kecil yang baik yang dapat kami tanamkan pada anak-anak di sanggar belajar, hal itu sudah menjadi ikhtiar nyata untuk membawa dampak positif bagi masa depan mereka," ungkap Afrida.

Perjalanan Afrida Wati, S.Pd. mengajarkan bahwa menjadi seorang pendidik bukan hanya tentang mentransfer ilmu di dalam kelas, melainkan tentang bagaimana ilmu, kepemimpinan, dan jejaring kolaborasi dapat diluaskan hingga lintas negara untuk mendidik dengan hati, menginspirasi melalui aksi, dan membawa perubahan berarti bagi sesama.

Semoga semangat, kepemimpinan, dan prestasi yang diraih menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika PPG Universitas Malikussaleh untuk terus berkarya dan mengabdi!

Program Studi Pendidikan Profesi Guru

Kampus Utama Cot Tengku Nie Reuleut,
Muara Batu, Aceh Utara,
Provinsi Aceh, Indonesia

Telp : +6281220237241

Statistik Pengunjung

Civitas Akademika

Link Literasi